Situs Download Lagu Toraja Terbaru Terbaik dan Terpopuler Mp3

Apapun Yang Kamu Bisnis Ke Toraja Pasti Habis Terjual

Dunia Toraja - Membahas tentang Toraja memang tidak ada habis-habisnya, Keunikan, Budaya, adat istiadat, Masyarakat, tempat wisata dan masih banyak lainnya yang mungkin masih jarang di publikasikan. Jika sobat pernah jalan-jalan atau liburan ke toraja jangan heran jika banyak keunikan-keunikan yang sobat dapatkan di Toraja, Salah satunya yang akan membuat sobat kaget semua adalah transaksi jual-beli barang, dari barang yang masuk akal untuk dijual (diuangkan) sampai dengan yang tidak sobat sangka akan bisa menjadi Uang.
Mari kita lihat apa-apa saja yang menjadi fokus pembahasan tentang toraja kali ini.
1. Utan Bai (Daun Ubi Jalar)
Utan Bai (Daun Ubi Jalar)
Utan Bai (Daun Ubi Jalar)
Bagi masyarakat awam dan bahkan yang sering terlihat di mata kita adalah salah satu makanan Pokok untuk Hewan ternak babi, tapi selamanya ini tidak pernah terlintas bahwa tanaman ini bisa menjadi ladang bisnis yang menggiurkan. Sebuah mobil truk ini sedang mengangkut daun ubi untuk konsumsi sayur makanan ternak babi dari Palopo ke Rantepao.
Truk pengangkut ini mengangkut sayur babi dari Palopo setiap hari, tingginya kebutuhan akan sayur babi di Toraja di manfaatkan oleh masyarakat Palopo sebagai lahan penghasilan untuk jenis daun ubi ini. Tidak kurang dari 10 truk mobil setiap pagi datang dari Palopo membawah sayur babi ini ke Toraja, dan dalam sekejap saja sayur-sayur ini habis di beli oleh masyarakat baik konsumen maupun pedagang untuk di jual kembali. dalam sekali angkut truk ini bisa mengangkut ribuan ikat sayur babi yang harga per ikatnya antara Rp5000 sampai Rp10.000 rupiah, oleh pedagang di jual kembali dengan harga antara.

Seorang pedagang yang membawa langsung dari Palopo menurutnya untungnya besar.
jika di hitung dari segi ekonomi masyarakat Toraja dalam memelihara ternak babi ini sebenarnya kurang menguntungkan bagi masyarakat petani jika setiap hari harus membeli sayur babi untuk ternaknya, seekor babi biasanya menghabiskan 1 ikat sayur tersebut dalam satu kali makan, sedangkan ternak babi dalam sehari 2 kali makan, sementara harga perikat di pasar 5000ribu rupiah jadi dalam sehari 10.000 ribu rupiah belum termasuk dedak dan lainnya,

Bagi petani ini sebenarnya tidak perlu jika petani bisa memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumahnya namun masyarakat sepertinya dalam memelihara babi tida melihat dari segi ekonominya, saat di tanya kenapa mereka rata-rata menjawab mereka memelihara babi karna mempermudah jika ada pesta tidak susah mendapatkan atau tidak perlu membeli babi lagi.

Jika konsumsi akan sayur babi begitu tinggi kenapa masyarakat Toraja kurang berminat untuk mengelolanya, justru orang luar seperti Palopo yang memanfaatkan peluang bisnis ini, inilah tantangan bagi masyarakat Toraja khususnya Pemerinta untuk memberdayakan masyarakat dalam meningkatkan taraf ekonomi masyarakat kecil,...

2. Awang (Dedak padi)


Awang (Dedak padi)
Awang (Dedak padi)
Awang (Dedak) padi adalah hasil samping pada pabrik penggilingan padi dalam memproduksi beras. Dedak padi merupakan bagian kulit ari beras pada waktu dilakukan proses pemutihan beras. Dedak padi digunakan sebagai pakan ternak, karena mempunyai kandungan gizi yang tinggi, harganya relatif murah, mudah diperoleh, dan penggunaannya tidak bersaing dengan manusia. Salah satu pengguna dedak terbesar di sulawesi selatan adalah Toraja, ini dikarenakan para peternak toraja kebanyakan memelihara babi dan makanan pokok dari babi adalah dedak (Awang). Bisnis dedak ke Toraja merupakan bisnis yang menggiurkan, daerah yang biasanya mensuplai kebutuhan dedak ke Toraja adalah daerah Luwu, seperti Belopa, Suli, Siwa.

3. Riu (Rumput)


Riu (Rumput)
Riu (Rumput)
Rumput merupakan tanaman liar yang biasa digunakan sebagai pakan peternak oleh para petani. Rumput juga banyak digunakan oleh masyarakat Toraja untuk memberi makan ternak kerbau (Tedong). Dikala musim Kemarau, kebutuhan rumput ini semakin meningkat dan harganyapun tak tanggung-tanggung, Untuk satu karung besar harganya bisa mencapai 150ribu hingga 200ribu rupiah. Masyarakat Toraja saat ini sudah lebih memilih untuk beternak Kerbau, karena harga kerbau yang sangat tinggi harganya dan kebutuhan di kalangan masyarakatpun sangat besar. 

B. Sandang dan Pangan.
Sandang dan Pangan
Sandang dan Pangan
Sandang dan Pangan adalah kebutuhan setiap orang., tapi harganya yang juga sangat melambung disaat hari raya tertentu. Harga sandang dan pangan di Toraja merupakan harga yang lumayan tinggi dibandingkan dengan harga di daerah lainnya. Kebutuhan masyarakat seperti sayur pare (Paria), Daun Singkong (Daun Battawe'), Daun Mayana (Daun Bulunangko) adalah sayur yang biasa dibisnis ke Toraja.

Demikianlah Tentang bisnis yang bisa anda bisnis ke Toraja. Semoga bermanfaat. 

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Apapun Yang Kamu Bisnis Ke Toraja Pasti Habis Terjual

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment